Cari

Judul Situs

Diduga Gelapkan Mobil 72 Orang, Perusahaan Rental Dilaporkan

Pemilik perisahaan PT Aufa Oto Indonesia yang bergerak di bidang rental atau penyewaan mobil dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan melakukan penipuan dan atau penggelapan kendaraan milik 72 orang.

Salah satu korban bernama Loys Sinaga mengatakan laporan polisi tersebut ditujukan kepada pemilik sekaligus manajer PT Aufa Oto Indonesia yaitu Hero Hermanto. PT tersebut diketahui berada di Wisma Iskandarsyah Blok A Nomor 10 Kavling 12-14, Jakarta Selatan.

Loys menjelaskan iming-iming yang dilakukan Hero adalah dengan menyebutkan pembayaran dengan nominal yang lumayan dan jalinan kerjasama perusahaan dengan perusahaan lain di Jabodetabek. Bahkan, perjanjian hitam di atas putih atau MoU pun dilakukan antara Hero dengan para korban.

Ia mencontohkan untuk Avanza tahun 2016-2018 akan dibiayai senilai Rp 4 juta per bulan, Toyota Innova tahun 2016 senilai Rp 6 juta dan Innova tahun 2017-2018 senilai Rp 7 juta per bulan.

“Dia (Hero) bikin PT Aufa yang bergerak di bidang rental sewa mobil lombok. Dia menawarkan jasa akan menyalurkan kendaraan-kendaraan ini ke pihak perusahaan yang ber-MoU dengan PT Aufa yang berada di Jabodetabek,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (18/10).

Karena iming-iming itulah, Loys pun memilih merentalkan tiga mobilnya ke PT tersebut. Tiga mobil yang direntalkannya adalah Toyota Avanza tahun 2017 yang disewakan sejak Juni 2018 dan dua Innova yang disewakan sejak 13 Agustus 2018.

Sedangkan untuk korban lainnya, Loys mengatakan diketahuinya sudah menyewakan mobilnya pada Maret 2018 lalu.

“Ada untuk MoU kerjasama antara pihak perorangan contoh saya sendiri dengan Hero ada tertuang di MoU, jadi menyerahkan unit dan STNK, ada tertuang di pasal-pasal yang sudah disepakati,” tuturnya.

Pembayaran sebesar Rp4 juta untuk Avanza yang direntalkannya pun terbilang mulus setiap bulannya. Hingga akhirnya pembayaran berhenti di bulan September. Tak hanya untuk Avanza tetapi kedua mobil Innovanya pun tak pernah dibayarkan di bulan September.

Loys mengaku tidak hanya dirinya saja yang tidak dibayar tetapi hal serupa juga dialami oleh teman-temannya yang menyewakan mobil ke PT tersebut. Setidaknya terdapat 72 orang yang menjadi korban di PT tersebut.

“Korban dari PT Aufa berjumlah 72 orang dengan jumlah unit sebanyak 85 (mobil). Kami mengetahui kalau dia sudah tidak benar setelah pembayaran bulan sembilan dia tidak juga melakukan transferan pembayaran ke kami,” tuturnya.

Saat para korban mengecek ke kediamannya Hero di kawasan Cipayung, Depok, mereka pun mendapati jika Hero sudah tidak lagi berada di sana.

“Teman-teman sudah dapat info kalau Pak Hero yang rumahnya di Depok Country ini sudah tidak ditempati lagi,” ucapnya.

Akhirnya, mereka pun memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke polisi. Setidaknya sudah lima laporan yang dilayangkan para korban ke polisi yakni satu ke Polda Metro Jaya dan empat laporan ke Polres Bekasi.

Untuk laporan ke Polda terdaftar dengan Nomor : LP/5416/X/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 8 Oktober 2018. Untuk di Polres Metro Bekasi terdaftar dengan Nomor LP/453/K/X/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota tanggal 12 Oktober 2018.

Selain itu, ada LP/2208/K/X/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota tanggal 12 Oktober 2018, LP/2209/K/X/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota tanggal 12 Oktober 2018 dan LP/2206/K/X/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota tanggal 12 Oktober 2018.

Dalam laporan tersebut Hero dijerat dengan Pasal 372 KUHP soal Penggelapan.

Mobil Dijual

Tak hanya tidak membayar sewaan setiap bulan, Loys mengatakan korban pun tidak dapat menemukan mobil yang mereka rentalkan ke perusahaan tersebut.

Dari tiga mobil yang disewakannya, Loys mengatakan hanya satu mobil yang sudah ditemukannya. Satu innova miliknya ditemukan di Fatmawati, Jakarta Selatan. Sementara untuk mobil lainnya masih dalam pencarian.

“Untuk yang ditemukan Toyota Innova, kami ambil dari pihak ketiga. Unit tersebut sudah dibeli dari orang Bandung senilai Rp150 juta, kami temukan di Fatmawati,” tuturnya.

Hingga saat ini, CNNIndonesia.com masih mencari kontak terlapor untuk mengonfirmasi kasus tersebut.

Iklan

Nana Mirdad Curhat Ribetnya Syarat Sewa Mobil di Bali

Belum lama ini, artis Indonesia Nana Mirdad mengunggah keresahannya saat akan menyewa mobil di Bali.

Kabar tersebut seperti dilansir oleh TribunTravel.com dari unggahan di story akun Instagramnya, @nanamirdad, Kamis (20/9/2018).

Dalam unggahan story di instagramnya, Nana Mirdad menjelaskan awalnya ia berniat menyewa mobil untuk satu pekan di Bali.

Saat menghampiri tempat penyewaan itu, Nana Mirdad mendapatkan perlakuan tak menyenangkan, TribunTravel.com melansirnya dari jakarta.tribunnews.com.

Ia menyebut orang yang melayaninya sangat galak sekali saat dirinya diminta jaminan motor sebelum menyewa mobil.

Mengetahui hal itu, istri Andrew White ini bingung, karena kartu identitasnya kini, KTP, sudah menjadi warga Bali.

Tak hanya meminta pinjaman motor, ia juga mengaku rumahnya turut ditinjau.

“Pagi! Info dong teman2 di Bali.. Saya mau sewa mobil di bali seminggu di daerah Denpasar, tapi saya hubungi (sebut nama perusahaan) dan orangnya galak sekali, minta jaminan motor lah padahal saya sudah KTP Bali (lho (mau lari kemana ya?),” tulisnya.

“Rumah pribadi juga ditinjau. Saya jadi bingung nih, apa semua rental mobil di Bali harus memberi jaminan seperti ini dan memperlakukan calon customer segalak itu?” tanya perempuan berusia 33 tahun itu.

Iapun langsung bertanya kepada pihak penyewaan apakah syarat tersebut harus dipenuhi mengingat dirinya adalah warga asli Bali.

Long Weekend, 7000 Orang Kunjungi Jogja Bay Waterpark

Pada libur panjang kali ini, Jogja Bay Waterpark di Maguwo dikunjungi oleh 7000 orang.

Puncak keramaian diperkirakan pada hari Minggu (18/03/2018).

“Kunjungan ini meningkat signifikan dibandingkan hari Minggu lalu yang mencapai 4000 orang,” jelas Medha, Humas Jogja Bay Waterpark.

Peningkatan yang nyaris dua kali lipat ini didukung dengan adanya libur Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu kemarin (17/03/2018).

Menurut Medha, cuaca yang cerah dan terik pun membuat kunjungan meningkat.

Selain keluarga, kunjungan juga berasal dari rombongan sekolah dan perusahaan.

Mereka pun datang tidak hanya dari Yogya, tetapi juga daerah lain seperti Klaten, Semarang, dan Solo.

“Hari ini kita menerima 5 rombongan dengan bis. Kalau kemarin sampai 30 rombongan,” ujar Medha.

Ramainya kunjungan juga menyebabkan Jogja Bay memberikan fasilitas ekstra bagi para pengunjung.

“Seluruh wahana air kita buka hari ini. Jogja bay sendiri buka jam 8 pagi sampai jam 5 sore untuk weekend,” tambah Medha.

Aci (29), warga Jalan Kaliurang km 14 ini datang ke Jogja Bay bersama suami dan seorang anaknya.

Kedatangannya yang pertama kalinya ini demi memenuhi keinginan anak semata wayangnya.

“Anak saya dari kemarin ingin ke sini. Jadi akhirnya saya ajak liburan ke sini bersama suami,” ujar Aci yang berprofesi sebagai wiraswasta ini.

3 Pantai Cantik di Kabupaten Karangasem, Surga Tersembunyi nan Menawan di Bali Timur

Kabupaten Karangasem berlokasi di Bali Bagian Timur.

Di sana terdapat deretan pantai cantik yang cocok untuk kegiatan wisata.

Berbeda dengan pantai di daerah Bali Selatan yang cenderung ramai wisatawan, di Karangasem masih banyak pantai sepi yang terjaga keindahannya.

“Kita punya pantai yang membentang sekitar 87 km. Ada PantaiTulamben dengan wisata baharinya kemudian Pantai Jasri, Pantai Pasir Putih, Pantai Candidasa, Pantai Bias Tugel, Pantai Blue Lagoon, Pantai Padangbai,” kata Kepala Dinas Pariwisata Karangasem, I Wayan Astika saat dihubungi KompasTravel, Selasa (16/1/2018).

Berikut adalah deretan pantai cantik di daerah Karangasem yang cocok untuk berlibur:

1. Pantai Bias Putih

Pantai ini lebih dikenal dengan nama Virgin Beach.

Lantaran pantai ini terletak di bawah bukit dan belum begitu ramai wisatawan.

Salah satu pantai terbaik di daerah Karangasem, dengan pasir halus berwarna putih, dan garis pantai yang cukup panjang.

Pantai ini dahulu adalah lokasi nelayan untuk berlabuh setelah berlayar mencari ikan.

Sampai sekarang parkiran perahu nelayan masih dapat dilihat di bagian ujung pantai.

Sudah ada restoran dan kafe di sekitar pantai yang menawarkan makanan, minuman, peminjaman bangku untuk berjemur, dan kamar mandi.

2. Pantai Blue Lagoon

Berada di kawasan Padangbai, pantai ini merupakan pantai favorit wisatawan asing untuk berjemur.

Garis pantainya tidak begitu panjang, memiliki karakter pasir putih yang berbutiran besar.

Pantai ini juga menjadi pantai favorit untuk snorkeling.

Tersedia penyewaan bangku berjemur, alat snorkeling, dan pelampung bagi wisatawan.

3. Pantai Bias Tugel

Pantai ini juga berada di kawasan Padangbai, dan termasuk sebagai salah satu pantai terbaik di Karangasem.

Keunikan Pantai Bias Tugel adalah barisan karang yang membentuk laguna kecil.

Karang Para, Objek Wisata Favorit Baru di Sukabumi

Objek wisata Karang Para di Kampung Padaarang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi tujuan baru bagi para pecinta wisata baik dari dalam maupun luar Sukabumi.

“Objek wisata yang berada di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh ini memang belum lama dikenal, tetapi ternyata banyak wisatawan dari dalam dan luar Sukabumi yang datang ke sini untuk melepas penat dan menghabiskan waktu liburan,” kata pengelola objek wisata Karang Para Ade Saupul di Sukabumi, Jumat.

Di lokasi wisata itu tersaji panorama alam alami dan suasana pedesaan. Selain itu, terhampar bebatuan karang yang menyerupai beragam masjid, hiu, para (atap), goa dan lainnya. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sukabumi yang hanya sekitar 10 kilometer dengan sarana akses jalan yang sudah baik.

Selain itu, objek wisata seluas 12 hektare yang baru empat bulan dikelola tersebut memiliki jembatan yang dibentuk menyerupai hati sehingga dikenal dengan Jembatan Hati.

Banyak wisatawan yang berswafoto (selfie) di jembatan tersebut karena langsung mengarah pemandangan Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Pajampangan.

Pemandangan yang masih alami sangat layak bagi siapapun warga yang ingin melepaskan diri dari hingar bingarnya suaranya kendaraan di kota. Pengunjung disuguhi udara sejuk karena objek wisata ini masih alami dan dekat dengan pegunungan.

Selain itu, wisatawan tidak perlu khawatir karena karena pehak Wisata Karang Para menyediakan toilet umum, mushola, tempat wudhu dan beberapa warung. Namun setiap wisatawan wajib menjaga kebersihan dan dilarang membuang sampah sembarang.

“Objek wisata ini dikelola oleh warga dan pemerintah desa, untuk tarif masuknya pun hanya Rp 2.000 perorang dan ada tambahan biaya jika ingin berfoto ‘selfie’ di jembatan hati yakni Rp 2.000,” tambahnya.

Ade mengatakan rata-rata pengunjung di hari kerja yang datang sekitar 200 hingga 300 orang, tetapi saat musim libur bisa mencapai 2.000 orang lebih. Pengunjung juga dijamin keamanannya khususnya kendaraan yang diparkirnya.

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑